Lompat ke konten
Teknisi MikroTik

Backup dan restore konfigurasi MikroTik: .backup vs .rsc dan jebakan beda versi

Kenapa satu file backup bisa gagal dipulihkan di router lain, perintah export mana yang menyertakan PPP secret, dan urutan aman sebelum upgrade RouterOS.

Agil Bayu Sagita · diperbarui 2026-11-03 · sekitar 10 menit baca

Ada dua jenis backup di RouterOS, dan keduanya sering dipertukarkan — sampai suatu hari file backup tidak bisa dipulihkan di perangkat pengganti. Perbedaannya bukan soal selera: satu file bersifat biner dan terikat versi, satu lagi teks yang bisa dibaca dan diedit.

Dua jenis backup, dua kegunaan

.backup (biner). Menyimpan seluruh konfigurasi, termasuk password dan sertifikat, dalam bentuk yang tidak bisa dibaca manusia.

/system backup save name=backup-2026-11-03

Kelebihan: memulihkan persis seperti semula. Kekurangan: hanya bisa dipulihkan pada RouterOS versi dan arsitektur yang sama. File dari v6 tidak bisa dimuat ke v7. Ini penyebab paling umum dari “backup saya tidak bisa dipakai”.

.rsc (teks). Hasil /export: berupa daftar perintah yang bisa dibuka di editor teks.

/export file=export-2026-11-03

Kelebihan: bisa dibaca, dibandingkan (diff), dan disunting sebelum diimpor. Kekurangan: tidak memuat data sensitif secara default.

Soal data sensitif: perintah export yang sering terlewat

/export biasa tidak menyertakan password PPP, secret hotspot, dan kunci tertentu. Kalau kamu memulihkan dari file ini, pelanggan akan kehilangan autentikasi dan kamu baru sadar setelah semuanya putus.

Untuk menyertakan:

/export show-sensitive file=export-lengkap-2026-11-03

Konsekuensinya jelas: file itu berisi password. Simpan di tempat terkunci, jangan di folder publik, jangan dikirim lewat grup chat.

Selalu ambil keduanya setiap kali ada perubahan besar:

/system backup save name=backup-2026-11-03
/export show-sensitive file=export-2026-11-03

Setelah itu unduh file-nya keluar dari router. File yang hanya tersimpan di router akan hilang bersama perangkatnya — dan itu justru skenario yang paling sering terjadi (petir, adaptor mati, perangkat diganti).

Prosedur restore yang aman

Untuk .backup:

/system backup load name=backup-2026-11-03

Router akan meminta konfirmasi dan reboot. Ada dua hal yang perlu diketahui: konfigurasi saat ini ditimpa seluruhnya, dan kalau proses terputus, router bisa berakhir dengan konfigurasi setengah jadi. Karena itu, sebelum restore, ambil dulu export teks dari kondisi sekarang — supaya kamu punya jalan kembali.

Untuk .rsc:

/import file=export-2026-11-03

Perintah ini menjalankan isi file sebagai perintah biasa, satu per satu. Artinya:

  • Konfigurasi lama tidak dihapus lebih dulu; nilai yang tidak ada di file akan tetap seperti sebelumnya. Untuk pemulihan bersih, lakukan reset pabrik dulu, lalu import.
  • Baris yang gagal dicatat di /log print where topics~"script" — tidak menggagalkan seluruh proses.
  • Kamu bisa menyunting file sebelum import: hapus bagian /user, /system, atau /ip service kalau tidak ingin menimpa pengaturan perangkat baru.

Menyunting sebelum import adalah keunggulan utama .rsc, dan alasan saya selalu mengambilnya minimal sehari sebelum upgrade RouterOS.

Jebakan beda versi

RouterOS v6 → v7 mengubah beberapa hal secara mendasar. File export v6 yang diimpor ke v7 bisa berhenti di tengah dengan pesan error yang tidak jelas, lalu menyisakan konfigurasi separuh jadi.

Tiga perbedaan yang paling sering menggagalkan import:

  1. /ip route — v7 memakai tabel routing dengan penamaan berbeda; aturan lama bisa tidak terbaca.
  2. Bridge VLAN filtering — struktur /interface bridge vlan berubah, dan port membership harus ditulis ulang pada beberapa versi.
  3. Paket wireless — pada perangkat yang mendukung wifi, antarmuka nirkabel dikelola paket lain dan konfigurasi lama tidak otomatis terbawa.

Cara aman pindah versi: import v6 → v7 tidak dilakukan langsung di perangkat produksi. Uji dulu di CHR (RouterOS di virtual machine) atau di perangkat cadangan dengan model sama. Kalau hasilnya jalan, baru terapkan.

Sebelum upgrade: urutan yang saya pakai

  1. Ambil /system backup save dan /export show-sensitive, unduh keduanya.
  2. Catat versi sekarang: /system resource print dan /system routerboard print.
  3. Cek paket update: /system package update check-for-updates.
  4. Upgrade RouterOS: /system package update install.
  5. Setelah reboot, perbarui firmware board: /system routerboard upgrade, lalu reboot sekali lagi.
  6. Setelah itu baru bandingkan hasilnya dengan export: /export dan diff dengan file lama.

Perbedaan yang muncul setelah upgrade — yang tidak kamu minta — adalah tanda ada konfigurasi yang ditafsirkan berbeda oleh versi baru. Itu bukan bug yang bisa diabaikan.

Menguji backup tanpa mempertaruhkan jaringan

Backup yang belum pernah diuji bukan backup, hanya file. Cara menguji tanpa mengganggu produksi:

  1. Pasang CHR (atau perangkat cadangan) dengan versi RouterOS yang sama.
  2. Muat file .backup di sana.
  3. Periksa tiga hal: interface muncul, alamat IP benar, dan user/secret ada.
  4. Kalau memakai .rsc, import di CHR dan lihat log — baris yang error akan terlihat jelas.

Sepuluh menit di CHR jauh lebih murah daripada satu jam panik saat router produksi mati.

Kesalahan yang paling mahal

  • Hanya menyimpan file di dalam router. Hilang bersama perangkatnya.
  • Export tanpa show-sensitive lalu mengira semua sudah aman.
  • Restore .backup ke versi berbeda. Gagal, atau lebih buruk: berhasil sebagian.
  • Menyalin backup dari perangkat lain yang modelnya beda, lalu berharap konfigurasi port-nya cocok.
  • Tidak pernah menguji restore. Backup yang belum dites akan gagal tepat saat dibutuhkan.

Kalau perangkatmu masih memakai konfigurasi warisan yang tidak ada dokumentasinya, menata ulang dari nol dengan export yang benar justru lebih cepat daripada menambal. Itu bagian dari paket jasa setting dasar MikroTik: hasil akhirnya selalu berupa file backup dan export yang kamu simpan sendiri, bukan hanya “sudah jalan”.

Paket terkait

Setting dasar MikroTik: perangkat baru sampai siap pakai

Dari perangkat keluar dus (atau warisan orang lain) jadi router yang rapi, terdokumentasi, dan aman. Estimasi 45–90 menit dari sesi remote dimulai, untuk satu router dan satu link internet · Mulai dari Rp 175.000.

Lihat lingkup kerja lengkap →

Langkah berikutnya

Kirim kondisi jaringanmu, saya balas dengan lingkup kerja dan estimasi biayanya.

Balasan di jam kerja 08.00–21.00 WIB, biasanya di bawah 2 jam.

Chat WhatsApp

Pesan sudah terisi otomatis — tinggal tambahkan detail perangkatmu.